{"id":4271,"date":"2024-03-06T12:59:07","date_gmt":"2024-03-06T05:59:07","guid":{"rendered":"https:\/\/wikipustaka.id\/?p=4271"},"modified":"2024-03-05T11:20:49","modified_gmt":"2024-03-05T04:20:49","slug":"4271","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/wikipustaka.id\/4271\/","title":{"rendered":"9 Makanan Khas Negara Malaysia Yang Sangat Menggoda Lidah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Malaysia, negeri yang memadukan berbagai etnis seperti Melayu, Cina, dan India, juga mempersembahkan kekayaan kuliner yang memikat. Dari jalan-jalan ramai hingga warung-warung tersembunyi, mari kita telusuri beberapa makanan khas Malaysia yang mengundang selera dan mengajak kita berpetualang melalui rasa:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nasi Lemak<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nasi lemak adalah hidangan yang tak terbantahkan sebagai favorit di Malaysia. Nasi yang dimasak dengan santan dan rempah-rempah menghasilkan cita rasa gurih yang memanjakan lidah. Lauk pendampingnya bervariasi: ayam goreng, sambal teri, telur rebus, tumis kangkung, dan irisan mentimun. Nikmati di pagi, siang, atau malam hari.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ayam Percik<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ayam percik adalah sajian ayam yang dimasak dengan rempah khas. Ada dua varian: ayam percik Kelantan dengan bumbu kuat dan ayam percik Trengganu yang lebih pedas karena tambahan cabai. Digoreng atau dipanggang, ayam percik ini memanjakan lidah.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><a href=\"https:\/\/www.itrip.id\/asia\/makanan-khas-malaysia\"><strong>Nasi Ker<\/strong><\/a><strong>a<\/strong><a href=\"https:\/\/www.itrip.id\/asia\/makanan-khas-malaysia\"><strong>bu<\/strong> <\/a>:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Nasi kerabu adalah nasi yang diberi warna biru alami dari bunga telang. Disajikan dengan ikan bakar, sayuran, dan sambal, nasi kerabu menggugah selera dan menyajikan keindahan warna.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Lobak Parut<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Lobak parut adalah hidangan yang terbuat dari lobak yang diparut dan dicampur dengan bumbu-bumbu khas. Rasanya segar dan renyah, cocok sebagai camilan ringan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kacang Perancis<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kacang perancis, atau lebih dikenal sebagai \u201cfrench beans,\u201d sering diolah dengan bawang putih dan saus sambal. Teksturnya renyah dan rasanya menggoda.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tahu Goreng<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tahu goreng adalah tahu yang digoreng hingga renyah di luar dan lembut di dalam. Sajikan dengan saus kacang atau sambal.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Telur Cincang<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Telur cincang adalah telur yang dimasak hingga setengah matang dan dicincang. Nikmati sebagai lauk pendamping nasi atau mi.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Selada<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Selada segar dengan dressing yang lezat adalah pilihan sehat dan menyegarkan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Daging Kepiting<\/strong> :\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Daging kepiting yang dimasak dengan bumbu khas Malaysia menghadirkan cita rasa laut yang lezat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setiap gigitan mengandung cerita dan sejarah, dan makanan khas Malaysia adalah jendela kebudayaan dan kelezatan yang tak terlupakan. Selamat menikmati petualangan kuliner di negeri yang memikat ini! \ud83c\udf7d\ufe0f\ud83c\uddf2\ud83c\uddfe<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malaysia, negeri yang memadukan berbagai etnis seperti Melayu, Cina, dan India, juga mempersembahkan kekayaan kuliner yang memikat. Dari jalan-jalan ramai hingga warung-warung tersembunyi, mari kita telusuri beberapa makanan khas Malaysia yang mengundang selera dan mengajak kita berpetualang melalui rasa: Setiap gigitan mengandung cerita dan sejarah, dan makanan khas Malaysia adalah jendela kebudayaan dan kelezatan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":4399,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[137],"tags":[2450,2468],"class_list":["post-4271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-wikifood","tag-makanan-khas","tag-malaysia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4271","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/comments?post=4271"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/posts\/4271\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/media\/4399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/media?parent=4271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/categories?post=4271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/wikipustaka.id\/api-json\/wp\/v2\/tags?post=4271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}