Pulau Kalimantan, yang juga dikenal sebagai Pulau Borneo dalam konteks internasional, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Mari kita telusuri beberapa momen penting dalam perjalanan sejarahnya:
- Zaman Prasejarah:
- Manusia ras Australoid memasuki daratan Kalimantan sekitar tahun 8000 SM.
- Sisa tengkorak manusia prasejarah ditemukan di Gua Babi di lereng Gunung Batu Buli, kampung Randu, Desa Lumbang, Kabupaten Tabalong, serta di Gua Niah di Sarawak.
- Adat pengayauan dan tradisi menghormati leluhur dengan kuburan tempayan merupakan ciri umum kebiasaan penduduk Kalimantan.
- Kerajaan dan Perkembangan:
- Pada abad ke-14 M, Kalimantan dikuasai oleh Kerajaan Majapahit yang dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada.
- Era abad ke-15 hingga ke-19 menyaksikan kemajuan dalam seni, sastra, dan arsitektur di Kalimantan.
- Beberapa kerajaan besar muncul, seperti Gelgel, Klungkung, Karangasem, Mengwi, Buleleng, dan Tabanan.
- Nama Pulau Kalimantan:
- Nama Kalimantan berasal dari kata Sanskerta Kalamanthana, yang berarti “pulau bercuaca terbakar”.
- Nama ini menggambarkan iklim tropikal yang panas dan lembap di pulau ini.
- Pulau ini juga dikenal di seluruh dunia dengan nama Borneo, yang berasal dari nama pohon Borneol (bahasa Latin: Dryobalanops camphora), yang banyak tumbuh di Kalimantan dan mengandung bahan untuk antiseptik atau minyak wangi.
- Pembentukan Provinsi Kalimantan:
- Provinsi Kalimantan berdiri berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 2 Tahun 1953.
- Wilayah provinsi ini terdiri dari karesidenan Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
- Kerajaan Islam di Kalimantan:
- Kerajaan Selimbau di Kalimantan Barat awalnya bercorak Hindu sebelum menjadi kerajaan Islam.
- Kerajaan ini didirikan oleh orang Dayak bernama Guntur Baju Binduh atau Raja Abang Bhindu sekitar abad ke-7.
Sejarah Kalimantan adalah cerita tentang perjalanan waktu yang menghubungkan kita dengan akar budaya, keberagaman, dan keindahan alam di Pulau Borneo. 🌴🌏

