Stephen Hawking: Ilmuwan Brilian yang Membongkar Misteri Alam Semesta

By grind
4 Menit

Stephen Hawking adalah salah satu ilmuwan teoretis paling terkenal dan berpengaruh di dunia. Ia lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford, Inggris, dan meninggal pada 14 Maret 2018 di Cambridge, Inggris. Meskipun menderita penyakit saraf yang menggerogoti tubuhnya sejak usia 21 tahun, ia tetap berkontribusi besar dalam bidang relativitas umum dan mekanika kuantum, khususnya tentang fisika lubang hitam. Ia juga dikenal sebagai penulis buku-buku populer yang menjelaskan konsep-konsep ilmiah yang kompleks dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam, seperti A Brief History of Time, The Universe in a Nutshell, dan The Grand Design.

Hawking memulai pendidikannya di University College, Oxford, di mana ia mendapatkan gelar sarjana fisika pada tahun 1962. Kemudian ia melanjutkan studinya di Trinity Hall, Cambridge, di bawah bimbingan Dennis Sciama, salah satu ahli kosmologi terkemuka saat itu. Ia meraih gelar doktor pada tahun 1966 dengan disertasi yang berjudul Properties of Expanding Universes, yang membahas tentang model-model kosmologi berdasarkan teori relativitas umum.

Salah satu penemuan penting Hawking adalah radiasi Hawking, yaitu radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh lubang hitam akibat efek kuantum. Hal ini bertentangan dengan pandangan umum bahwa lubang hitam tidak bisa memancarkan apa pun. Hawking juga mengajukan teorema-teorema tentang singularitas ruang-waktu, yaitu titik-titik di mana kerapatan dan gravitasi menjadi tak terhingga, seperti yang terjadi pada awal alam semesta (big bang) atau di pusat lubang hitam. Selain itu, Hawking juga mengusulkan konsep mini lubang hitam, yaitu lubang hitam yang terbentuk akibat fluktuasi kuantum pada masa awal alam semesta dan memiliki massa sekitar satu miliar ton.

Hawking tidak hanya meneliti tentang alam semesta, tetapi juga berusaha membagikan pengetahuannya kepada publik. Ia menulis beberapa buku yang menjelaskan fenomena-fenomena kosmik dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, seperti asal-usul alam semesta, sifat-sifat lubang hitam, multiverse, dan teori-teori kandidat untuk teori segalanya. Buku pertamanya, A Brief History of Time, yang diterbitkan pada tahun 1988, menjadi buku terlaris di seluruh dunia dan telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa. Buku-buku lainnya yang juga sukses adalah Black Holes and Baby Universes and Other Essays (1993), The Universe in a Nutshell (2001), A Briefer History of Time (2005), The Grand Design (2010), dan My Brief History (2013).

Hawking juga aktif dalam berbagai kegiatan populer, seperti memberikan kuliah umum, tampil di acara televisi dan film, dan bahkan mengalami pengalaman nol gravitasi dengan pesawat khusus. Ia juga menjadi tokoh inspiratif bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan fisik atau mental. Hawking menderita penyakit saraf bernama amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang membuatnya lumpuh dan tidak bisa berbicara. Ia menggunakan kursi roda dan alat bantu bicara yang dikendalikan oleh gerakan otot pipinya. Namun, hal ini tidak menghalangi semangat dan kreativitasnya dalam meneliti dan menulis.

Hawking mendapatkan banyak penghargaan dan penghormatan atas karyanya, di antaranya adalah Medali Eddington (1975), Medali Albert Einstein (1979), Medali Emas Royal Astronomical Society (1985), Penghargaan Pangeran Asturias (1989), Medali Copley (2006), dan Medali Kebebasan Presiden (2009). Ia juga menjadi anggota dari berbagai organisasi ilmiah bergengsi, seperti Royal Society, National Academy of Sciences, dan Pontifical Academy of Sciences. Ia juga mendapatkan gelar kehormatan dari berbagai universitas, seperti Oxford, Cambridge, Harvard, dan Yale.

Stephen Hawking adalah salah satu ilmuwan brilian yang mengungkap misteri alam semesta dengan teori-teori yang inovatif dan menjembatani antara ilmu pengetahuan dan masyarakat dengan buku-buku yang populer. Ia juga adalah salah satu contoh nyata bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan. Ia meninggalkan warisan yang berharga bagi generasi-generasi mendatang.

Share This Article