Penembakan misterius adalah sebutan untuk serangkaian pembunuhan yang menargetkan para penjahat jalanan, seperti pencopet, perampok, dan preman, di berbagai kota di Indonesia pada tahun 1982 hingga 1985. Pembunuhan ini dilakukan oleh orang-orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan menembak korban dari jarak dekat, lalu melarikan diri dengan cepat. Korban biasanya ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala, dada, atau punggung.
Jumlah korban dari penembakan misterius ini diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Meskipun demikian, tidak ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap atau diadili. Banyak spekulasi yang mengaitkan penembakan misterius ini dengan operasi rahasia yang dilakukan oleh aparat keamanan, khususnya Kopassus, untuk memberantas kejahatan dan menegakkan disiplin di masyarakat. Namun, tidak ada bukti yang kuat untuk membuktikan hal ini.
Penembakan misterius ini menimbulkan rasa takut dan trauma bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai penjahat jalanan. Di sisi lain, penembakan misterius ini juga mendapat dukungan dan simpati dari sebagian masyarakat yang merasa lega dan aman dari gangguan kejahatan. Namun, penembakan misterius ini tetap merupakan bentuk pelanggaran HAM berat, karena melanggar hak hidup dan hak mendapat pengadilan yang adil bagi setiap warga negara, tanpa pandang bulu.
Peristiwa penembakan misterius ini terjadi pada masa pemerintahan Soeharto, yang dikenal dengan sebutan Orde Baru. Pada masa itu, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga menghadapi berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan, ketimpangan, korupsi, dan kriminalitas. Untuk menjaga stabilitas dan keamanan, pemerintah menerapkan kebijakan-kebijakan yang otoriter dan represif, seperti pembatasan kebebasan berpendapat, berorganisasi, dan berserikat, serta penindasan terhadap lawan-lawan politik, aktivis, dan kelompok-kelompok minoritas.
Salah satu cara yang digunakan oleh pemerintah untuk menangani masalah kriminalitas adalah dengan melakukan penembakan misterius. Tujuannya adalah untuk memberikan efek jera dan menakut-nakuti para penjahat, serta untuk menunjukkan kekuatan dan kewibawaan pemerintah. Namun, cara ini juga menuai banyak kritik dan kontroversi, karena dianggap melanggar hak asasi manusia, mengabaikan proses hukum, dan menimbulkan ketidakadilan.
Salah satu korban dari penembakan misterius yang cukup terkenal adalah Johny Indo, seorang mantan perampok yang kemudian menjadi aktor dan sutradara film. Johny Indo ditembak oleh orang tak dikenal pada tahun 1984, saat ia sedang berada di sebuah warung kopi di Jakarta. Ia berhasil selamat, tetapi harus kehilangan sebagian penglihatannya. Johny Indo kemudian mengubah hidupnya dan beralih ke dunia seni, dengan membuat film-film yang mengkritik pemerintah dan mengangkat isu-isu sosial.
Peristiwa penembakan misterius ini menjadi salah satu bab kelam dalam sejarah Indonesia, yang masih menyisakan banyak tanda tanya dan misteri. Siapa sebenarnya pelaku dan dalang di balik penembakan misterius ini? Apa motif dan tujuan mereka? Bagaimana nasib dan hak-hak para korban dan keluarga mereka? Apa dampak dan pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa ini?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kita membutuhkan penelitian dan penyelidikan yang mendalam dan objektif, serta keterbukaan dan kerjasama dari semua pihak yang terkait. Kita juga membutuhkan keberanian dan komitmen untuk mengungkap kebenaran dan menegakkan keadilan, serta menghormati dan memulihkan hak-hak para korban. Kita juga harus mencegah terjadinya kembali penembakan misterius atau bentuk-bentuk kekerasan lainnya yang melanggar HAM di masa depan.
Peristiwa penembakan misterius 1982-1985 adalah sejarah yang belum selesai. Kita tidak boleh mengabaikannya, tetapi juga tidak boleh terjebak di dalamnya. Kita harus belajar dari sejarah, dan bergerak maju untuk masa depan yang lebih baik.

