Adam Malik: Jurnalis, Diplomat, dan Pejuang Kemerdekaan

By firman
2 Menit

Adam Malik, lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara pada tanggal 22 Juli 1917, adalah seorang tokoh nasional Indonesia yang memiliki berbagai peran penting dalam sejarah bangsa ini. Ia adalah anak dari pasangan Abdul Malik Batubara dan Salamah Lubis. Ayahnya, Abdul Malik, adalah seorang pedagang kaya di Pematangsiantar.

Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara. Ia menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia melanjutkan di Sekolah Agama Madrasah Sumatera Thawalib Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang.

Pada usia 20 tahun, ia bersama dengan Soemanang, Albert Manumpak Sipahutar, Armijn Pane, Abdul Hakim, dan Pandu Kartawiguna memelopori berdirinya Kantor Berita Antara. Dalam kantor tersebut Adam Malik menjabat sebagai Redaktur sekaligus Wakil Direktur.

Adam Malik adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota dari Badan Penyelidikan Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Ia adalah seorang politikus Indonesia dan mantan jurnalis yang menjabat sebagai wakil presiden ketiga. Sebelumnya ia menjabat sebagai ketua parlemen, menteri luar negeri, presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan jurnalis.

Adam Malik wafat pada 5 September 1984 dan mendapat anugerah Pahlawan Nasional dari Pemerintah pada 1998. Meski telah tiada, semangat juang dan perjuangannya tetap menginspirasi banyak orang hingga saat ini. Adam Malik adalah pahlawan nasional Indonesia yang namanya akan selalu dikenang dalam sejarah bangsa ini.

TAGGED:
Share This Article