Agus Salim: Siapakah Dia Diplomat Ulung Indonesia?

By firman
2 Menit

Agus Salim, lahir dengan nama Masyhudul Haq yang berarti “pembela kebenaran”, adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia lahir di Kota Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, pada 8 Oktober 1884. Dia menjadi anak keempat Sultan Mohamad Salim, seorang jaksa di sebuah pengadilan negeri.

Agus Salim menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus bagi anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) Koning Willem III (Kawedrie) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi alumnus terbaik di HBS se-Hindia Belanda.

Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Duta besar Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syaikh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.

Pada tahun 1915, H. Agus Salim bergabung dengan Sarekat Islam dan menjadi pemimpin kedua setelah Oemar Said Tjokroaminoto. Ia juga menjadi anggota dari Badan Penyelidikan Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Agus Salim pernah menjabat sebagai Menteri Muda Luar Negeri Indonesia ke-1 yang menjabat dari 12 Maret 1946 hingga 3 Juli 1947 dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3 yang menjabat dari 3 Juli 1947 hingga 20 Desember 1949 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Agus Salim meninggal pada 4 November 1954. Meski telah tiada, semangat juang dan perjuangannya tetap menginspirasi banyak orang hingga saat ini. Agus Salim adalah pahlawan nasional Indonesia yang namanya akan selalu dikenang dalam sejarah bangsa ini.

Share This Article