Panglima Polem Aceh: Siapakah Dia Sebenarnya?

By elda
2 Menit

Panglima Polem, atau dengan nama lengkap Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Muhammad Daud, adalah seorang panglima Aceh yang berasal dari keturunan kaum bangsawan. Meski belum ada keterangan yang jelas mengenai tanggal dan tahun kelahirannya, namun jelas bahwa ia adalah sosok yang sangat berpengaruh dalam sejarah Aceh.

Ayahnya, Panglima Polem VIII Raja Kuala, adalah anak dari Teuku Panglima Polem Sri Imam Muda Mahmud Arifin yang juga dikenal dengan Cut Banta. Mahmud Arifin adalah Panglima Sagoe XXII Mukim Aceh Besar. Setelah dewasa, Teuku Panglima Polem Muhammad Daud menikah dengan salah seorang putri dari Tuanku Hasyim Bantamuda, tokoh Aceh yang seperjuangan dengan ayahnya.

Pada Januari 1891, ia diangkat menjadi Panglima Polem IX, menggantikan ayahnya yang telah wafat. Setelah pengangkatannya sebagai panglima, ia kemudian mewarisi gelar Teuku Panglima Polem Sri Muda Perkasa Wazirul Azmi.

Panglima Polem Muhammad Daud dikenal sebagai sosok yang gigih dalam melawan penjajahan Belanda. Pada tahun 1893, ia bergabung dengan Teuku Umar untuk melawan penjajahan Belanda. Dalam pertempuran tersebut, pasukan Belanda sangat marah karena dari pihak mereka banyak yang berjatuhan. Korban dalam penyerangan itu sebanyak 25 orang tewas dan 190 orang luka-luka.

Pada tahun 1897, wilayah Seulimeum akhirnya berhasil dikuasai oleh Belanda tanpa banyak perlawanan, dan Panglima Polem terpaksa mengambil jalan hijrah ke Pidie. Di Pidie, ia bertemu dengan Sultan Aceh (Muhammad Daud Syah).

Panglima Polem adalah sosok yang patut dihormati dan diteladani. Ia adalah contoh nyata dari pahlawan yang rela berkorban demi tegaknya agama dan bangsa. Meski telah tiada, semangat juang dan perjuangannya tetap menginspirasi banyak orang hingga saat ini.

Share This Article