Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir: Ulama, Pendidik, dan Pejuang Kemerdekaan

By firman
2 Menit

Prof. K.H. Abdul Kahar Muzakkir lahir di Yogyakarta pada tanggal 16 April 1907. Ia adalah cicit dari Kiai Hasan Bashari, seorang guru agama dan pimpinan thariqat Satariyah, yang juga dikenal sebagai salah satu komandan laskar Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda pada tahun 1825-1830.

Abdul Kahar Muzakkir tumbuh dalam keluarga santri dan mengenyam pendidikan Islam sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Ia belajar di berbagai pondok pesantren di Jawa dan menunjukkan minat yang kuat terhadap ilmu pengetahuan dan politik sejak dini.

Abdul Kahar Muzakkir adalah seorang ulama dan salah satu politikus Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ia menjabat sebagai Rektor Magnificus yang dipilih Universitas Islam Indonesia untuk pertama kali dengan nama STI selama dua periode, yaitu 1945—1948 dan 1948—1960. Ia juga merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Tokoh Islam ini tetap dipertahankan ketika UII dihadirkan sebagai pengganti STI pada 4 Juni 1948. Ia menduduki jabatan sebagai Rektor UII sampai tahun 1960. Pada tahun 2012, ia diusulkan untuk dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Pada tanggal 8 November 2019, Abdul Kahar Muzakkir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo dalam sebuah upacara di Istana Negara. Yang menerima penghargaan mewakili keluarga ahli waris adalah Siti Jauharoh, anak dari Abdul Kahar Muzakkir.

Abdul Kahar Muzakkir meninggal pada tanggal 2 Desember 1973. Meski telah tiada, semangat juang dan perjuangannya tetap menginspirasi banyak orang hingga saat ini. Abdul Kahar Muzakkir adalah pahlawan nasional Indonesia yang namanya akan selalu dikenang dalam sejarah bangsa ini.

Share This Article