Raden Ayu Serang: Pahlawan Wanita yang Berperan Besar dalam Perang Diponegoro

By firman
2 Menit

Raden Ayu Serang atau Nyai Ageng Serang lahir dengan nama asli Raden Ajeng Retno Kursiah Edi pada tahun 1752 di Desa Serang, Jawa Tengah. Ia adalah keturunan ke-9 Sunan Kalijaga dari pernikahan dengan putri Sunan Gunung Jati. Ayahnya adalah Pangeran Ronggo seda Jajar yang dijuluki Panembahan Senopati Notoprojo.

Setelah ayahnya wafat, Nyi Ageng Serang menggantikan kedudukan ayahnya. Nyi Ageng Serang menikah dua kali, yaitu dengan Hamengkubuwana II dan Pangeran Serang I (nama asli: Pangeran Mutia Kusumowijoyo). Di Serang, dia melahirkan seorang putra bernama Pangeran Kusumowijoyo atau Sumowijoyo (1794-1852), yang disebut sebagai Pangeran Serang II dalam sumber Belanda.

Nyi Ageng Serang adalah seorang wanita yang begitu berperan dalam Perang Diponegoro. Dengan gagah berani, ia ikut berperang melawan Belanda dan menjadi ahli siasat yang hebat. Nyi Ageng Serang meninggal di Yogyakarta tahun 1828 dan dimakamkan di Kalibawang, Kulon Progo. Namun, beberapa orang meyakini bahwa makamnya berada di daerah Grobogan yang kini menjadi lokasi Waduk Kedung Ombo, sehingga dibuatlah sebuah makam terapung di waduk tersebut.

Di antara keturunannya, salah satunya juga seorang Pahlawan Nasional yaitu Soewardi Soerjaningrat atau lebih dikenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Sebagai pahlawan nasional, Nyi Ageng Serang cenderung hampir terlupakan. Mungkin karena namanya tak sepopuler R.A. Kartini atau Cut Nyak Dhien. Bagaimanapun warga Kulon Progo mendirikan monumen di tengah kota Wates untuk mengenangnya.

Share This Article