Turun Mesin Motor Matic: Penyebab, Biaya, dan Cara Mencegahnya

By grind
7 Menit
Photo by Farel Yesha on Unsplash

Motor matic menjadi pilihan banyak orang karena praktis, irit, dan mudah dikendarai. Namun, tidak sedikit pula yang mengalami masalah dengan mesin motor matic mereka, bahkan sampai harus turun mesin atau overhaul. Apa saja penyebab motor matic turun mesin? Berapa biaya yang harus dikeluarkan? Dan bagaimana cara mencegahnya?

Turun mesin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut proses membongkar mesin kendaraan, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk melakukan perbaikan atau penggantian komponen yang rusak. Turun mesin biasanya dilakukan ketika mesin sudah mengalami kerusakan parah atau sudah terlalu tua.

Ada beberapa ciri-ciri yang bisa menandakan bahwa motor matic Anda perlu turun mesin, antara lain:

  • Asap putih keluar dari knalpot saat motor dinyalakan. Ini menunjukkan bahwa ada oli yang terbakar di ruang bakar mesin.
  • Motor susah hidup atau nyala. Ini bisa disebabkan oleh oli mesin yang naik ke ruang pembakaran sehingga busi basah dan berkerak.
  • Motor kehilangan tenaga atau kompresi. Ini bisa terjadi karena pelumasan komponen di dalam mesin tidak maksimal akibat kurangnya oli mesin.
  • Suara mesin kasar atau berisik. Ini bisa diakibatkan oleh gesekan antara komponen mesin yang tidak terlumasi dengan baik atau sudah aus.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri di atas, sebaiknya segera bawa motor Anda ke bengkel untuk diperiksa dan diperbaiki. Jangan biarkan kondisi mesin semakin parah dan berdampak pada kerusakan lainnya.

Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan motor matic Anda harus turun mesin? Berikut adalah beberapa faktor yang sering menjadi penyebabnya:

  • Cara pemakaian yang tidak tepat. Misalnya, menghajar polisi tidur saat kecepatan tinggi, menarik gas terlalu keras, atau memaksa motor untuk menanjak di jalan yang curam. Hal-hal ini bisa membuat komponen mesin menjadi longgar, aus, atau patah.
  • Penambahan cc atau kapasitas mesin. Beberapa orang menginginkan motor matic yang lebih bertenaga dengan cara mengganti silinder mesin dengan yang lebih besar. Namun, hal ini bisa membuat mesin menjadi lebih berat dan cepat panas, sehingga memerlukan perawatan yang lebih intensif.
  • Usia pemakaian yang sudah lama. Semakin lama Anda menggunakan motor matic, semakin banyak komponen mesin yang mengalami keausan atau kerusakan. Ini wajar terjadi karena adanya gesekan dan tekanan yang terus menerus pada mesin.
  • Jarang melakukan servis atau perawatan. Motor matic membutuhkan servis atau perawatan secara berkala untuk menjaga kinerja mesinnya. Servis atau perawatan meliputi hal-hal seperti ganti oli, bersihkan karburator, setel klep, ganti busi, dan lain-lain. Jika jarang dilakukan, mesin bisa menjadi kotor, berkerak, atau bermasalah.
  • Overheat atau mesin terlalu panas. Ini bisa terjadi karena cuaca yang panas, mesin yang kurang mendapat udara, atau sistem pendingin yang tidak berfungsi dengan baik. Overheat bisa membuat komponen mesin menjadi meleleh, retak, atau bengkok.

Nah, jika Anda sudah harus menghadapi kenyataan bahwa motor matic Anda harus turun mesin, maka Anda harus siap mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Biaya turun mesin motor matic tergantung pada beberapa hal, seperti:

  • Jenis dan merek motor matic Anda. Setiap motor matic memiliki spesifikasi dan harga yang berbeda-beda, begitu pula dengan komponen mesinnya. Tentu saja, motor matic yang lebih canggih dan mahal akan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
  • Bengkel yang Anda pilih. Ada bengkel resmi yang merupakan bengkel resmi dari pabrikan motor matic Anda, dan ada bengkel mandiri yang merupakan bengkel swasta yang melayani berbagai jenis motor. Biasanya, bengkel resmi akan lebih mahal daripada bengkel mandiri, tetapi juga lebih terjamin kualitas dan garansinya.
  • Komponen yang harus diganti. Ini adalah faktor utama yang menentukan biaya turun mesin motor matic Anda. Semakin banyak dan semakin mahal komponen yang harus diganti, semakin besar pula biaya yang harus Anda keluarkan. Komponen yang sering harus diganti saat turun mesin antara lain seher, ring seher, noken as, klep, laher, dan gasket.

Untuk biaya jasa turun mesin motor matic, biasanya berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 1.000.000, tergantung pada jenis dan merek motor matic Anda. Sedangkan untuk biaya penggantian komponen, bisa bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 500.000 per komponen, tergantung pada kualitas dan merek komponennya.

Jika Anda ingin menghemat biaya turun mesin motor matic, Anda bisa memilih komponen yang berkualitas rendah atau KW, tetapi tentu saja ini akan berpengaruh pada kinerja dan ketahanan mesin Anda. Sebaiknya, Anda memilih komponen yang original atau asli dari pabrikan motor matic Anda, meskipun harganya lebih mahal, tetapi kualitas dan garansinya lebih terjamin.

Namun, tentu saja, lebih baik mencegah daripada mengobati. Anda bisa menghindari motor matic Anda harus turun mesin dengan melakukan beberapa hal berikut:

  • Gunakan motor matic sesuai dengan kapasitas dan standarnya. Jangan menambah cc atau kecepatan motor matic Anda, karena bisa membuat mesin menjadi lebih berat dan cepat panas.
  • Panaskan motor matic Anda setiap hari, terutama jika jarang dipakai. Hal ini berguna untuk menjaga kinerja mesin dan menghindari kerak atau karat pada komponen mesin.
  • Lakukan servis atau perawatan secara rutin dan berkala ke bengkel. Ganti oli setiap 2.000 km atau 2 bulan sekali, bersihkan karburator setiap 4.000 km atau 4 bulan sekali, setel klep setiap 6.000 km atau 6 bulan sekali, dan ganti busi setiap 12.000 km atau 12 bulan sekali.
  • Hindari menggunakan motor matic saat cuaca panas berlebih, kecuali jika benar-benar diperlukan. Jika terpaksa, pastikan sistem pendingin mesin berfungsi dengan baik dan beri jarak yang cukup antara motor matic Anda dengan kendaraan lain.

Dengan melakukan hal-hal di atas, Anda bisa menjaga motor matic Anda tetap prima dan awet. Jika Anda merawat motor matic Anda dengan baik, maka motor matic Anda pun akan merawat Anda dengan baik. Selamat mencoba!

Share This Article