Ganjar Pranowo: Saya Tidak Pernah Terima Gratifikasi dari Bank Jateng

By firman
3 Menit

Bantahan Ganjar Usai Dilaporkan IPW ke KPK

Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah tuduhan Indonesia Police Watch (IPW) yang melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan gratifikasi dari Bank Jateng. Ganjar mengatakan bahwa ia tidak pernah menerima pemberian atau suap dari siapa pun.

IPW melaporkan Ganjar dan mantan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno ke KPK pada Selasa (5/3/2024). IPW menduga bahwa keduanya terlibat dalam skema cashback dari perusahaan asuransi yang memberikan jaminan kredit kepada debitur Bank Jateng. IPW mengklaim bahwa cashback sebesar 16 persen dari nilai premi dialokasikan untuk tiga pihak, yaitu 5 persen untuk operasional Bank Jateng, 5,5 persen untuk pemegang saham Bank Jateng yang terdiri dari pemerintah daerah, dan 5,5 persen untuk pemegang saham pengendali Bank Jateng yang diduga adalah Ganjar Pranowo.

Menurut IPW, cashback yang diterima Ganjar selama periode 2014-2023 mencapai lebih dari Rp 100 miliar. IPW menilai bahwa hal ini merupakan tindak pidana korupsi karena tidak dilaporkan ke KPK.

Ganjar, yang kini menjadi calon presiden nomor urut 3, mengaku tidak tahu menahu tentang laporan IPW. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah menerima pemberian atau gratifikasi dari Bank Jateng atau perusahaan asuransi manapun.

“Saya tidak pernah menerima pemberian/gratifikasi dari yang dia tuduhkan. Saya tidak tahu apa-apa tentang cashback itu. Saya tidak pernah terlibat dalam pengambilan keputusan di Bank Jateng. Saya hanya sebagai pemegang saham minoritas,” kata Ganjar saat dihubungi, Rabu (6/3/2024).

Ganjar menambahkan bahwa ia selalu menjalankan tugasnya sebagai gubernur dengan bersih dan profesional. Ia mengatakan bahwa ia selalu melaporkan harta kekayaannya ke KPK secara rutin dan transparan.

“Saya tidak punya apa-apa. Saya hidup sederhana. Saya tidak pernah korupsi. Saya selalu patuh pada aturan dan hukum. Saya selalu melaporkan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) ke KPK setiap tahun. Saya tidak pernah menyembunyikan apa-apa,” ujar Ganjar.

Ganjar mengaku tidak khawatir dengan laporan IPW. Ia mengatakan bahwa ia siap menghadapi proses hukum jika memang ada bukti yang kuat dan valid. Ia juga meminta agar IPW tidak melakukan fitnah dan kampanye hitam menjelang pemilu presiden.

“Saya tidak takut dengan laporan IPW. Saya siap menghadapi apapun. Saya percaya pada KPK dan hukum di negeri ini. Saya harap IPW tidak main-main dengan laporan ini. Jangan coba-coba mengganggu proses demokrasi dengan fitnah dan kampanye hitam. Saya yakin rakyat cerdas dan tidak mudah terpengaruh,” tegas Ganjar.

Share This Article